Selamat malam sobat eMKa yang berbahagia, sungguh senang saya terus mempunyai kesempatan untuk menyeduhkan “Teh Bakti” ini.

Beberapa hari yang lalu aku ngobrol dengan seorang Oma di sebuah toko souvenir, Dari pengakuannya dia hanya tinggal sendirian dan dari penampilan oma itu bukan orang yang tidak mampu.

Dan saya perhatikan dia memegang beberapa barang sepertinya ada yang ulang tahun.

Ternyata benar dia datang kepadaku seraya bertanya “Dek , apa menurutmu barang – barang ini terlihat murahan?”

spontan saya terhenyak dan balik bertanya
” kenapa oma bertanya seperti itu?”

“Ya, anak mantu saya , kalau saya belikan kado buat cucu selalu dicela dan saya jadi takut salah”

Dalam hati sedih mendengar cerita Oma yang sudah sepenuh hati ingin memberikan buat cucunya. Terasa sekali sedihnya jika tidak dihargai.

Mungkin ini bisa jadi pembelajaran bagi kita bagaimana menempatkan empati pada orangtua kita.

Smile
Melly Amaya Kiong

Hargai niat memberikannya bukan barangnya

Selamat malam sobat eMKa yang berbahagia, sungguh senang saya terus mempunyai kesempatan untuk menyeduhkan “Teh Bakti” ini. Beberapa hari yang lalu aku ngobrol dengan seorang Oma […]

Bukan piala persembahan anakku

Selamat pagi sobat eMKa yang berbahagia, semangat Senin dan penuh berkah buat semua. Setahun ini kami harus ikut merasakan perjuangan Julian yang sangat tidak mudah, perjuangan […]

Suara serak dapat perhatian lebih.

Selamat malam sobat eMKa sekarang sudah makan malam kira minum ” Teh Cinta” ya. Kemarin sebelum saya pergi untuk kerja suamiku tercinta sudah tahu bagaimana kondisi […]

Bukan isinya melainkan prosesnya yang membawa kita ke arah yang baik

Selamat pagi sobat eMKa yang jujur dan penuh welas asih. Semangat Senin dan buka mata hati kita dengan melihat yang indah. Saya sangat tahu siapa yang […]